Jateng Today

Ujian Praktik SIM Yang Salah Dipahami Selama Ini

Foto dari Yuwana Budi H
Menerima pelatihan savetyriding dari Forum Komunikasi Keselamatan Berkendaraan.

SenkomNews.com — Selama sudah lazim bagi masyarakat yang  ingin memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM). Umumnya, pemohon harus melakukan beragam proses yang panjang, dan itu akan memakan waktu cukup lama.

Salah satu proses cukup panjang adalah ujian praktik, yang ternyata tidak hanya wajib dilakukan di dalam lokasi pembuatan SIM A (untuk mobil), tapi juga wajib dilakukan di jalan umum.

Pernyataan itu ada di dalam pasal 60 ayat 1, Peraturan Kapolri Nomor 9 Tahun tentang Surat Izin Mengemudi (SIM). Bunyi pasal tersebut yaitu, setiap peserta wajib mengikuti dua tingkatan ujian praktik yang terdiri atas ujian praktik I (di dalam lokasi pembuatan SIM) dan praktik II (di jalan umum).

Lalu, apa saja materi yang diujikan ketika pengetesan kemampuan berkendara dilakukan di jalan? Materi yang akan diujikan tersebut sudah ada pada pasal 64. Berikut lengkapnya.

Materi Ujian Praktik II, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 60 ayat (1) huruf b untuk peserta uji SIM A, B I, dan B II yang harus diujikan meliputi.

a. Mengemudikan ranmor (kendaraan bermotor) dengan sempurna di jalan yang ramai, cara berbelok ke kanan dan ke kiri serta cara melewati persimpangan atau mix traffic.

b.  Mengemudikan ranmor di belakang kendaraan yang sedang berjalan lambat.

c. Mendahului kendaraan lain dengan cara yang benar.

d. Berhenti di tempat yang telah ditentukan.

e. Memarkir ranmor dengan cepat dan tepat di tempat yang benar di bagian jalan yang ramai, dan parkir sejajar dengan trotoar tanpa menyentuh tepi trotoar.

f. Memutar ranmor di jalan yang sepi tanpa keluar dari jalur lalu lintas.

g. Ketaatan pada peraturan, rambu lalu lintas, marka jalan, dan alat pemberi isyarat lalu lintas pada waktu mengemudikan Ranmor di jalan.

h. Menjaga jarak aman pada saat mengikuti kendaraan lain.

i. Menggunakan lajur yang tepat pada saat akan mendahului dan memberi kesempatan apabila didahului kendaraan lain.

j. Menggunakan lajur, perpindahan lajur serta merubah arah pada jalan sesuai dengan etika dan ketentuan.

k. Melakukan pengamatan umum melalui tindakan pemindaan, pengidentifikasian, prakiraan, keputusan, dan pelaksanaan (scanning, identification, prediction, decision, and execution) pada saat menjalankan kendaraan uji.

Sekarang, buat pengemudi yang sudah memiliki SIM A, apa pernah mengikuti ujian praktik di jalan umum?

Sumber: Otomania.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*